Jaga Medan (Jaringan Warga Medan Anti-Hoaks): Membangun Ketahanan Sosial Digital Melalui Literasi Kritis Berbasis Komunitas

Authors

  • Ahmad Suhendra Sembiring Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan

Keywords:

Hoaks, Literasi Digital, Ketahanan Sosial, Kota Medan

Abstract

Perkembangan teknologi digital di Kota Medan telah menciptakan ruang interaksi sosial baru yang rentan terhadap ancaman siber, khususnya penyebaran hoaks dan disinformasi yang merusak keselamatan sosial. Ancaman ini mengikis kepercayaan, memicu polarisasi, dan mengancam kohesi sosial di tengah masyarakat. Berbagai pendekatan penanganan hoaks yang ada saat ini cenderung bersifat terpusat dan reaktif, sehingga kurang efektif menjangkau akar rumput. Karya tulis ini menggagas sebuah model solusi alternatif bernama "JAGA MEDAN" (Jaringan Warga Medan Anti-Hoaks), sebuah kerangka kerja yang bertujuan membangun ketahanan sosial digital melalui pendekatan literasi kritis berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan desain konseptual untuk merumuskan model yang implementatif. Model JAGA MEDAN bertumpu pada tiga pilar utama: (1) Edukasi melalui Duta Literasi Digital di tingkat kecamatan, (2) Pemanfaatan teknologi sederhana seperti WhatsApp Bot untuk verifikasi informasi, dan (3) Kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan. Hasil dari gagasan ini adalah sebuah model proaktif dan berkelanjutan yang tidak hanya melawan hoaks, tetapi juga memberdayakan warga untuk menjadi produsen dan konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab, sehingga secara fundamental memperkuat ketahanan sosial masyarakat digital Kota Medan.

References

Ahmed, S., & Cho, J. (2022). Anatomy of virality: How emotional cues drive misinformation sharing on social media. Journal of Computer-Mediated Communication, 27(3), 1–18. https://doi.org/10.1093/jcmc/zmac009

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2023). Survei Penetrasi & Perilaku Internet Indonesia 2023. Retrieved from https://apjii.or.id/survei

Lestari, P., & Wibowo, A. S. (2021). Peran komunitas anti-hoaks dalam meningkatkan literasi digital masyarakat di era post-truth. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(2), 112–125.

Putri, D. E. (2022). Pemberdayaan komunitas lokal sebagai agen literasi digital: Studi kasus program Desa Cakap Digital. Jurnal Studi Pemuda, 11(1), 34–48.

Rochman, A., & Purnomo, E. P. (2023). Collaborative governance in handling disinformation through multi-stakeholder forums in Indonesia. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 11(1), 55–68. https://doi.org/10.22437/ppd.v11i1.22910

Sugiono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.

Zimmerman, F., & Kohring, M. (2020). Mistrust, disinforming loops, and the delegitimization of science: The case of the COVID-19 pandemic on Twitter. Social Media + Society, 6(4). https://doi.org/10.1177/2056305120982245

Downloads

Published

2025-12-30