Penguatan Ekonomi Kreatif Melalui Website Digitalisasi Kearifan Lokal Sanggar Gordang Sambilan Muara Pardomuan Medan Tembung
Keywords:
Ekonomi Kreatif, Digitalisasi Budaya, Kearifan Lokal, Gordang Sambilan, Medan TembungAbstract
Fenomena globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap eksistensi budaya lokal di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah menurunnya minat generasi muda dalam mengenal dan melestarikan kesenian tradisional, termasuk Sanggar Musik Gordang Sambilan Muara Pardomuan di Kecamatan Medan Tembung. Keterbatasan promosi dan minimnya pemanfaatan teknologi digital menyebabkan potensi ekonomi kreatif sanggar ini belum berkembang optimal. Proyek ini menawarkan solusi melalui pengembangan website interaktif sebagai media digitalisasi kearifan lokal sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif. Website ini memiliki tiga fitur utama, yaitu biografi dan dokumentasi sejarah Gordang Sambilan, e-commerce untuk penjualan produk budaya, serta forum komunitas digital yang mempertemukan pegiat budaya dan masyarakat luas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan langsung anggota sanggar dalam proses perancangan dan pengelolaan website. Hasil sementara menunjukkan meningkatnya keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam mengenal kesenian Gordang Sambilan serta terbentuknya jejaring promosi digital yang lebih luas. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal, menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, dan mendorong terciptanya ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya yang berkelanjutan.
References
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2020). Statistik kebudayaan Kota Medan 2020. BPS Kota Medan.
Dinas Kebudayaan Kota Medan. (2022). Laporan tahunan Dinas Kebudayaan Kota Medan tahun 2022. Pemerintah Kota Medan.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Sanggar seni dekorasi di Kota Medan [Dataset]. Portal Data Indonesia. https://data.go.id
Tim Peneliti. (2024). Observasi sanggar seni Gordang Sambilan di Kota Medan [Data lapangan tidak dipublikasikan].
Nahak, H. M. . (2019). UpNahak, H. M. . (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76.
https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76aya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76.
Salsabila, T. A., & Fitri, I. (2022). Urgensitas Pusat Budaya bagi Keberlangsungan Kegiatan Budaya Multi-Cultural Kota Medan. TALENTA Conference Series, 5(1), 553–560. https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1513
Wattimena, J. (2025). Memudarnya Budaya Dayung pada Suku Biak Kafdarun: Analisis Faktor Internal & Eksternal. Jurnal Ekologi Birokrasi, 13(1), 34–45.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maya Sari Rambe, Berda Nellyaratri Br Ginting, Ribka Intan Marini Sitorus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





